Mari Belajar IPS

  • Home
  • Kelas
    • VII
    • VIII
    • IX
  • Video Pembelajaran
    • Geografi
    • Ekonomi
    • Sejarah

Rabu, 09 Oktober 2019

 Oktober 09, 2019     No comments   

Tangkuban Perahu Legenda ataukah Erupsi Gunung Sunda Purba?
Hasil gambar untuk keindahan gunung tangkuban perahu
https://www.google.com/search?q=keindahan+gunung+tangkuban+perahu&sxsrf=ACYBGNSoyOOepcS4tBBSGsH-ar_kH0835w:1570672289103&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=4U6Y-3R1sWW9pM%253A%252CDA3ZVcxt_TPlBM%252C_&vet=1&usg=AI4_-kTtSLsNm8-fXzcMzChtLTdpQpdhqA&sa=X&ved=2ahUKEwj7z-aeypDlAhVkguYKHW_FBnIQ9QEwAnoECAIQDA#imgrc=HD_IRHpvdFrbTM:&vet=1

Ketika kita berwisata ke Bandung,tidak puas rasanya jika belum mendatangi panorama alam Gunung Tangkuban Perahu. Gunung yang menawarkan keindahan dan misteri tentang asal muasal gunung ini terbentuk selalu menarik perhatian pengunjung. Sampai saat ini, masih banyak masyarakat  terutama di sekitar Subang dan Bandung yang memercayai adanya legenda Tangkuban Perahu dengan cerita rakyat "Sangkuriang". Lalu bagaimana sebenarnya fenomena Gunung Tangkuban Perahu terbentuk, apakah legenda ataukah Erupsi Gunung Sunda Purba?

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengungkapkannya dari dua versi yang berbeda.
A.  Tangkuban Perahu sebagai legenda
Masyarakat Subang dan Bandung percaya bahwa terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu berkaitan erat dengan cerita rakyat "Sangkuriang". Sangkuriang jatuh cinta kepada ibunya sendiri yang bernama Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan rencana Sangkuriang yang hendak menikahi ibunya sendiri,Dayang Sumbi memberikan syarat untuk membuat perahu dan telaga dalam waktu satu malam. 
Dengan kekuatan dan bantuan dari jin,Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya,kalau saja tidak terdengar suara ayam berkokok yang menyebabkan para jin ketakutan dan lari meninggalkan Sangkurian sendirian. Sangkuriang yang marah menendang perahu yang dibuatnya dan perahu tersebut terbalik. Perahu inilah yang akhirnya menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

B. Tangkuban Perahu adalah Erupsi Gunung Sunda Purba
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Van Bemmelen (1934) dapat diketahui bahwa Gunung Tangkuban Perahu terbentuk setelah meletusnya Gunung Sunda Purba. Gunung ini mengalami letusan hebat sekitar 50.000 tahun yang lalu. Begitu dahsyatnya letusan ini sehingga meninggalkan lubang menganga dengan diameter 5-10 km, lubang menganga bekas letusan ini diberi nama Kaldera Sunda. Didalam Kaldera Sunda inilah terbentuk Gunung Tangkuban Perahu.
Pada bulan Juli tahun 2019 yang lalu,kita dikagetkan dengan erupsi Gunung Perahu meskipun tidak terlalu besar intensitasnya . Apakah sebelumnya Gunung Tangkuban Perahu pernah mengalami erupsi? Dibawah ini akan diuraikan peristiwa erupsi yang pernah terjadi di Gunung Tangkuban Perahu:
  • Tahun 1829: Letusan berupa abu dan batu dari Kawah Ratu dan Domas.
  • Tahun 1846: Terjadi peningkatan kegiatan.
  • Tahun 1896: Terbentuk fumarol baru di sebelah utara Kawah Badak dari Kawah Ratu
  • Tahun 1910: Kolom asam membumbung setinggi 2 Km di atas dinding kawah, letusan berasal dari Kawah Ratu.
  • Tahun 1926: Letusan freatik di Kawah Ratu membentuk lubang Ecoma.
  • Tahun 1935: Lapangan fumarol baru disebut Badak terbentuk, 150 m ke arah selatan baratdaya dari Kawah Ratu
  • Tahun 1952: Letusan abu didahului oleh letusan hidrotermal freatik
  • Tahun 1957: Letusan freatik di Kawah Ratu, terbentuk lubang kawah baru
  • Tahun 1961: Terjadi letusan freatik Gunung api Tangkuban Perahu
  • Tahun 1965: Terjadi letusan freatik Gunung api Tangkuban Perahu
  • Tahun 1967: Terjadi letusan freatik Gunung api Tangkuban Perahu
  • Tahun 1969: Letusan freatik didahului letusan lemah yang menghasilkan abu
  • Tahun 1971: Letusan freatik
  • Tahun 1983: Awan abu membumbung setinggi 150 m di atas Kawah Ratu.
  • Tahun 1992: Peningkatan kegiatan kuat dengan gempa seismik dangkal dan letusan freatik kecil
  • Tahun 1994: Letusan freatik di kawah baru
  • Tahun 1999: Peningkatan aktivitas
  • Tahun 2002: Peningkatan aktivitas
  • Tahun 2005: Peningkatan aktivitas
  • Tahun 2013: Beberapa kali terjadi peningkatan aktivitas (Februari, Maret, Oktober). Sejarah baru terjadi dengan 11 kali letusan freatik dalam kurun waktu 4 hari (5-10 Oktober 2013)
  • Tahun 2019:  Gunung tangkubanparahu kembali mengalami erupsi jumat sore (26/7/2019) pukul 15:48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 2.284 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi ± 5 menit 30 detik.
Tipe Gunung Api
Gunug Berapi dibedakan menjadi 3 tipe yaitu bentuk Perisai,Maar dan Strato
1. Tipe Perisai
Gunung tipe ini bentuknya sangat landai seperti perisai, lava yang dikeluarkan sangat cair, tekanan gas rendah, dapur magma sangat dangkal dan keluarnya magma secara efusif/meleleh.
Contoh gunung yang bertipe ini adalah gunung yang letaknya di kepulauan Hawai (Samudera Pasifik) yaitu Gunung Mauna Kea, Mauna Load an Kilauea.
2. Tipe Maar
Gunung tipe ini disebabkan karena adanya letusan eksplosif yang cuma terjadi 1 kali materi dengan muntahan berbentuk elflata. Oleh karenanya dapur magma cenderung dangkal dan kandungan gas di dalam magma tidak terlalu banyak, sebab letusan dari gunung api maar ini tidak terlalu kuat,sehingga hanya membentuk dinding gunung yang bentuknya berupa tanggul di wilayah lubang kawah. Contohnya berupa Gunung Lamongan ( Jawa Timur ), Gunung Monte Nuovo ( Naples, Italia ) dan Gunung Pinacate ( Sonora, Mexico )
3. Tipe Strato
Gunung tipe ini disebabkan oleh erupsi yang bergonta ganti antara eksplosif dan efusif, jadi memerlihatkan batuan beku dengan berlapis-lapis di dinding kawahnya. Batuan yang berlapis tersebut asalnya dari pembekuan lava dan juga eflata yang saling bergantian. Hampir dari seluruh gunung api yang ada di Indonesia bertipe ini. Contohnya Gunung Merapi, Gunung Krakatau, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Semeru, dan juga Gunung Tambora.

 

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Minggu, 03 Februari 2019

 Februari 03, 2019     No comments   

Interaksi Antar Negara ASEAN

Pengertian dan latar belakang kerjasama
Tahun 2018 lalu Indonesia sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia (ASIAN Games) yang terlaksana di dua kota Jakarta dan Palembang. ASIAN Games merupakan salah satu contoh bentuk kerjasama antar negara di kawasan Benua Asia,sedangkan untuk kawasan Asia Tenggara terdapat pula kerjasama di bidang olahraga yaitu berupa SEA Games yang diselenggarakan 2 tahun sekali secara bergantian tempatnya. Setiap negara tidak dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakatnya dengan sumber daya yang dimilikinya karena negara juga memiliki keterbatasan baik SDA,SDM maupun teknologi. Oleh karenanya suatu negara harus menjalin kerjasama dengan negara yang lainnya. Kerjasama disini berarti menjalin hubungan antara dua negara atau lebih demi mencapai kesepakatan. Mengapa suatu negara perlu menjalin kerjasama? Negara perlu menjalin suatu kerjasama dikarenakan adanya beberapa hal,antara lain :
  1. Tiap negara memiliki perbedaan dan kesamaan dengan negara lainnya, antara lain dalam hal  sumber daya alam, iklim dan kesuburan tanah,ilmu pengetahuan dan teknologi,ideologi.
  2. Adanya kesamaan dan perbedaan wilayah (kondisi geografis); kesamaan letak geografis membuat beberapa negara di suatu kawasan pada umumnya mengadakan kerja sama untuk menjaga stabilits dan keamanan negara.
ASEAN merupakan bentuk kerjasama antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regionalnya, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai. Sampai saat ini ASEAN memiliki keanggotaan 10 negara. 
Bentuk Kerjasama ASEAN
ASEAN memiliki berbagai bentuk kerjasama antara lain :
1Kerjasama di bidang Sosial Budaya;Kerjasama di bidang sosial budaya dilaksanakan oleh lembaga COSD (Committee on Social Development), yang melakukan kerjasama dalam hal:
⧫ pembangunan sosial dengan menekankan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah,perluasan kesempatan kerja,serta pembayaran (upah) yang wajar;
⧫ membantu kaum wanita dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan 
⧫ mengembangan sumber daya manusia 
⧫ peningkatan kesejahteraan 
⧫ pertukaran budaya dan seni
⧫ program peningkatan kesehatan dan lain-lain
ï¼’Kerjasama Bidang Politik dan Keamanan: Kerjasama ini dutujukan untuk menciptakan keamanan,stabilitas dan perdamaian antarnegara di ASEAN. Contoh kerjasama ini meliputi:
⧫Traktat bantuan hukum timbal balik di bidang pidana
⧫ Konvensi ASEAN tentang pemberantasan terorisme
⧫ Pertemuan para menteri pertahanan yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan
⧫ Penyelesaian sengketa laut cina selatan dan lain-lain
3 Kerjasama di bidang Pendidikan; Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendididikan di Asia Tenggara dan meningkatnya daya saing internsional. Kerjasama ini antara lain berupa penawaran beasiswa pendidikan,penyelenggaraan olimpiade di bidang pendidikan di taraf ASEAN.
Pengaruh Kerjasama Bidang Ekonomi,Sosial,Politik,Budaya dan Pendidikan terhadap kehidupan di ASEAN
  1. Pengaruh di Bidang Ekonomi ; Pada akhir tahun 2015 para pemimpin ASEAN sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Aia Tenggara dengan tujuan agar daya saing ASEAN meningkat serta bisa menyaingi Tiongkok dan India untuk menarik investasi asing. Investasi sangat dibutuhkan untuk memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Pasar tunggal ini lebih dikenal dengan istilah MEA ( Masyarakat Ekonomi ASEAN ). 
  2. Pengaruh di Bidang Sosial ; Hidup bertentangga dengan negara disekitar kadangkala terdapat pertentangan yang dapat memicu adanya perselisihan,apalagi kehidupan sosial sangatlah dinamis. Banyak masalah sosial termasuk masalah kemanusian yang terjadi di beberapa negara yang berdampak juga bagi negara lainnya. Disinilah dibutuhkan simpati dari negara lainnya agar tercipta kondisi yang aman dan persaudaraan sesama manusia dapat terjalin dengan baik. 
  3. Pengaruh di Bidang Budaya ; Kebudayaan merupakan salah satu pilar utama ASEAN dalam proses mengarah ke tujuan membangun komunitas bersama, bisi bersama dan jati diri bersama. Banyak hal yang sudah dilaksanakan dalam bidang budaya antara lain : membangun kota budaya ASEAN, perkemahan pemuda ASEAN dan jaringan kota kuno ASEAN.
  4. Pengaruh di bidang Pendidikan ;Kerjasama di bidang ini lebih diutamakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan yang kompeten yang dapat bersaing di kancah internasional
  5. Pengaruh di bidang Politik ; Banyaknya permasalahan politik di ASEAN berhasil diselesaikan dengan baik melalui jalan damai. Pemasalahan yang timbul antara lain; permasalahan tentang Laut Cina Selatan. Beberapa negara telah bersaingan membuat klaim teritorial atas Laut Cina Selatan.Perselisihan tersebut dianggap sebagai titik konflik Asia yang paling berpotensi bahaya. Perselisihan yang telah timbul; 
⧫ Indonesia, RRT, Vietnam dan Taiwan atas daerah perairan di timur laut Kepulauan Natuna
⧫ Filipina, RRT, dan Taiwan atas ladang gas Malampaya dan Camago di Laut Cina Selatan
⧫ Filipina, RRT, dan Taiwan atas ladang gas di Gosong Scarborough.
⧫ Vietnam, RRT, dan Taiwan atas perairan di sebelah barat Kepulauan Spratly. Kesemua atau beberapa dari pulau-pulau di daerah tersebut juga tengah diperebutkan Vietnam, RRT, Taiwan, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina. 
⧫  Kepulauan Paracel dipersengketakan antara RRT dan Vietnam. 
⧫  Malaysia, Kamboja, Thailand dan Vietnam atas ladang gas dan minyak di Teluk Thailand.
⧫ Singapura dan Malaysia di sepanjang Selat Johor dan Selat Singapura termasuk Pulau Batu Puteh (Pedra Blanca) 
ASEAN telah mengeluarkan deklarasi tentang masalah ini, menyerukan semua negara untuk menangani masalah tersebut tanpa menggunakan kekerasan.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sabtu, 02 Februari 2019

 Februari 02, 2019     Pluralitas     No comments   

Pluralitas Masyarakat Indonesia

Pluralitas sebagai Pemersatu Bangsa
     Indonesia sebagai suatu negara yang terdiri dari ribuan pulau,puluhan suku bangsa dengan budaya dan adat istiadat yang berbeda menjadikannya sebagai kekayaan tersendiri bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Keanekaragaman masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia ini bersifat plural. Kata "Plural" berasal dari bahasa Inggris yang artinya "Jamak", sedangkan "Pluralitas" berarti kemajemukan. Apabila dikaitkan dengan masyarakat maka Pluralitas Masyarakat Indonesia memiliki kemajemukan masyarakat Indonesia.
     Keragaman yang ada di Indonesia antara lain berupa :
  1. Keragaman Agama;                                                                                                                          Indonesia memiliki 6 agama yang diakui oleh pemerintah yaitu: Islam,Kristen Katolik,Kristen Protestan,Hindu, Budha dan Khonghucu. Negara menjamin kehidupan beragama dengan aman dan damai, sehingga penganutnya dapat beribadah dengan khusyuk dan tenang. Masyarakat Indonesia menyadari sepenuhnya untuk bertolerabsi baik itu dengan sesama umat beragama, antar umat beragama dan umat beragama dengan pemerintah (Tri Kerukunan Beragama). Indonesia menjadi contoh bagi negara lain di dunia bagaimana kehidupan umat beragama dapat hidup rukun dan damai.
  2. Keragaman Kebudayaan                                                                                                                  Menurut KBBI Kebudayaan memiliki arti hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat;antara keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya. Kebudayaan sendiri memiliki 7 unsur budaya berupa:  Peralatan dan perlengkapan hidup manusia, Mata Pencaharian hidup dan sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan,bahasa,kesenian,sistem pengetahuan,religi ( sistem kepercayaan. (   Koentjaraningrat ). Keanekaragaman Kebudayaan daerah di Indonesia meliputi beragamnya pakaian adat,lagu daerah,tarian daerah,rumah adat,alat musik,seni pertunjukan dan upacara adat.                                                                                                 
  3. Keragaman Suku Bangsa                                                                                                                Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa yang tersebar dari ujung barat Sumatera sampai ujung timur Papua. Pada masa sekarang ini, kita dapat menjumpai berbagai suku bangsa di berbagai daerah di Indonesia, hal ini membuktikan bahwa suku bangsa Indonesia sangat terbuka menerima kedatangan berbagai suku bangsa yang berbeda. Hidup berdampingan secara rukun dan damai tanpa melihat perbedaan antar ras untuk membangun bangsa dan negara merupakan wujud nyata kesadaran masyarakat akan arti pentingnya bhineka tunggal ika.                    
  4. Keragaman Jenis Pekerjaan                                                                                                              Manusia memiliki kebutuhan hidup yang tidak terbatas jumlahnya,oleh karenanya untuk mencukupinya manusia perlu melakukan tindakan ekonomi yaitu dengan bekerja. Indonesia menjamin kemerdekaan bekerja sesuai dengan pasal 27 ayat 1 UUD 1945,oleh karenanya kita melihat banyaknya jenis profesi pekerjaan yang dilakukan masyarakat sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya. Ada yang berprofesi sebagai petani,nelayan,buruh,guru,polisi,dokter,pengusaha dan lain-lain, semua menyadari bahwa tiap jenis pekerjaan akan menghasilkan dan berguna satu sama lain sehingga saling mengisi dan melengkapi kehidupan.
                         
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Kamis, 31 Januari 2019

 Januari 31, 2019     No comments   

Mobilitas Sosial

Pengertian Mobilitas Sosial    

Istilah mobilitas sosial berasal dari bahasa latin "mobilis" yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Sedangkan kata sosial mengandung maksud menunjuk pada seseorang atau sekelompok warga. Secara harfiah maka mobilitas Sosial berarti perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan/strata yang satu ke strata yang lainnya,baik yang lebih tinggi ataupun yang lebih rendah,bahkan mungkin pula hanya berpindah peran tanpa mengalami perubahan kedudukan. Mobilitas sosial bisa terjadi pada perseorangan dan kelompok.


Beberapa pengertian Mobilitas sosial menurut para ahli :
  1. Paul B. Horton: mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata lainnya.
  2. Kimball Young dan Raymond W. Mack: mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antar individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dan kelompoknya.
  3. Anthony Giddens: mobilitas sosial menunjuk pada gerakan dari orang per orang dan kelompok-kelompok diantara kedudukan-kedudukan sosial ekonomi yang berbeda.
  4. Horton & Hunt : mobilitas sosial merupakan tindakan berpindah dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya. 
Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial
Mobilitas Sosial Menaik/Social Climbing terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang. Contoh perubahan karir politik Bapak Presiden RI ke-7: Ir. Joko Widodo,yang memulai karir politiknya dari Walikota Surakarta,kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya menjabat sebagai Orang Nomor 1 di negeri kita menjadi seorang Presiden. 
Mobilitas Sosial Menurun/Social Sinking terjadi karena adanya penurunan status atau kedudukan seseorang. ocial sinkinng merupakan proses penurunan status atau kedudukan seseorang. Proses social sinking seringkali menimbulkan gejolak psikis bagi seseorang karena ada perubahan pada hak dan kewajibannya.
Social sinking juga mempunyai dua bentuk sebagai berikut.
  • Turunnya kedudukan seseorang ke kedudukan lebih rendah, misalnya seorang prajurit yang dipecat karena melakukan desersi.
  • Tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas, misalnya, seorang yang menjabat direktur bank, karena bank yang dipimpinnya bermasalah maka ia diturunkan menjadi staf direksi.
Penyebab sosial singking adalah sebagai berikut.
  • Berhalangan tetap atau sementara. Misalnya, sakit atau cacat tubuh.
  • Memasuki masa pensiun.
  • Berbuat kesalahan fatal yang menyebabkan diturunkan atau dipecat dari jabatannya.

Mobilitas antar wilayah merupakan proses perpindahan status seseorang atau sekelompok orang dari satu wilayah ke wilayah lain. Hal ini terjadi karena adanya perubahan dalam struktur masyarakat yang disebabkan oleh faktor ideologi, politik, ekonomi, maupun faktor sosial budaya.
Mobilitas antar generasi bisa berwujud Intra generasi yang berarti terjadinya perubahan status/strata pada diri seseorang ( menyangkut perseorangan ), sedangkan Inter generasi /antar generasi  diartikan sebagai mobilitas sosial yang terjadi antara dua generasi atau lebih. Mobilitas seperti ini terjadi karena adanya perubahan status sosial antara ayah dengan anak, anak dengan cucu, dan seterusnya. Mobilitas antargenerasi mengacu kepada perbedaan status yang dicapai seseorang yang telah memiliki keluarga sendiri dibandingkan dengan status sosial yang dimiliki orang tuanya.

Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial
  • Faktor Pendorong
Mobilitas Sosial yang terjadi di Indonesia terjadi karena adanya beberapa faktor antara lain :
  1. Faktor Struktural; kedudukan/struktur masyarakat Indonesia yang bersifat terbuka tidak lagi ditentukan oleh keturunan,melainkan siapa yang mau berusaha bersungguh memperbaiki diri dan berprestasi maka kedudukan sosial yang tinggi akan mampu diraihnya.
  2. Faktor Individu;kemampuan individu akan menentukan kedudukannya di masa depan,oleh karena itu sikap,perilaku,pengetahuan dan ketrampilan hendaklah senantiasa ditingkatkan dan terus diasah supaya menghasilkan prestasi yang baik dalam kehidupan.
  3. Faktor Sosial;Setiap perjuangan diawali dengan ketidak puasan. Ketidakpuasan akan status social mendorong manusia untuk terus berjuang segigih-gigihnya. Setiap manusia dilahirkan dalam status social yang dimiliki orang tuanya. Saat ia dilahirkan, tidak ada satu manusiapun yang dapat memilih status. Apabila ia tidak puas dengan kedudukan yang diwariskan oleh orang tuanya, ia dapat dapat mencari kedudukannya sendiri dilapisan social yang lebih tinggi.
  4. Faktor Ekonomi;keadaan ekonomi akan mendorong seseorang untuk melakukan mobilitas sosial.
  5. Faktor Politik; kondisi politik negara yang aman,damai dan tentram akan membuat masyarakat lebih mudah meningkatkan mobilitas sosial,begitu pula sebaliknya situasi politik yang kacau,terjadi perang/pemberontakan akan menghambat terjadinya mobilitas sosial.
  6. Faktor Kemudahan akses pendidikan;Jika pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mudah juga bagi orang untuk melakukan pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperolehnya. Sebaliknya, kesulitan dalam mengakses pendidikan yang bermutu menjadikan orang tak menjalani pendidikan yang bagus, serta sulit untuk mengubah status karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan.
  • Faktor Penghambat
Mobilitas Sosial tidak akan berjalan dengan baik apabila ada hal-hal yang bisa menghambatnya seperti :
  1. Faktor Kemiskinan ;faktor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial. Bagi masyarakat miskin, mancapai status social tertentu merupakan hal yang sangat sulit. Salah satu penyebab kemiskinan adalah  pendidikan yang rendah. Masyarakat yang berpendidikan rendah berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Akibatnya, tingkat kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan terbatas.
  2. Faktor Diskriminasi; apabila negara menerapkan adanya diskriminasi/perbedaan masyarakat berdasarkan ras,suku,agama dan golongan maka masyarakat akan sulit melakukan mobilitas sosial. Dan kita patut bersyukur negara kita tidak melaksanakan diskriminasi bagi warganya.
Saluran Mobilitas Sosial
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Rabu, 29 Maret 2017

HIDROSFER

 Maret 29, 2017     No comments   

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita membutuhkan air,baik untuk mandi,minum,mencuci dan lain sebagainya. Tahukah kalian bagaimana siklus air itu terjadi? dan dimana sajakah kita dapat menjumpai sumber air?
Baiklah kita mulai pembahasan kita tentang seluk beluk air secara lengkap dari uraian berikut ini :
A. Pengertian Hidrosfer
Apakah kalian tahu berapa jumlah air yang menyelimuti bumi? Bumi kita seluas ±510 juta km²,terdiri atas daratan seluas 149 juta km² ( 29% ) dan laut seluas 361 juta km² ( 71% ). Dari luas daratan yang ada,4% nya ditutupi oleh perairan.Volume air yang menyelimuti bumi ± 1.386 milyar km³. Lapisan air yang terdapat di bumi,baik itu berbentuk cair,padat, maupun berbentuk gas (uap air) disebut dengan Hidrosfer. Ilmu yang mengkaji tentang perairan disebut Hidrologi.

B. Siklus Air/Hidrologi
Jumlah air yang ada dibumi relatif tetap dan mengalami sirkulasi/peredaran yang disebut dengan siklus air. Siklus air dapat dibedakan menjadi tiga yaitu siklus pendek,sedang dan panjang.
1. Siklus Pendek
Air laut yang mendapat sinar matahari,air suhunya akan semakin naik dan pada suhu tertentu air laut tersebut akan menguap ke udara. Uap air yang sudh ada di udara tersebut semakin ke atas suhunya semakin dingin dan pad ketinggian tertentu akan terkondensasi membentuk awan. Jika awan tersebut semakin banyak, maka udara akan semakin jenuh dengan uap air dan terjadilah hujan yang akhirnya air masuk ke laut lagi.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sejarah Benua dan Samudra

 Maret 29, 2017     No comments   


http://publicdomainvectors.org/en/tag/globe
Dari gambar globe diatas,kita dapat melihat bentuk bumi kita yang terdiri atas daratan dan perairan. Luas daratan meliputi 29 % atau 1/3 dari luas bumi,sedangkan perairan meliputi 71% atau 2/3 dari luas bumi. Daratan terdiri atas benua dan pulau, sedangkan Perairan berupa laut,samudra,selat,teluk,air tanah.
Benua adalah hamparan daratan yang sangat luas yang pada bagian tengahnya bersifat kering karena tidak mendapat pengaruh dari angin laut yang basah dan lembab. Benua dibatasi oleh Samudra. Sedangkan pulau adalah daratan luas yang dikelilingi laut.
Samudra adalah hamparan air asin yang mengelilingi daratan atau benua, sedangkan hamparan air asin yang relatif sempit disebut laut.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Selasa, 28 Maret 2017

Soal IPS

 Maret 28, 2017     IPS, Quiz     No comments   

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Foto saya
nurkhasanah
Lihat profil lengkapku

Popular Posts

  • Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan
    Terjadinya kolonialisme dan imperialisme di Indonesia menyebabkan perubahan masyarakat Indonesia baik aspek geografis ekonomi sosial bud...
  • Perlawanan terhadap Kolonialisme dan Imperialisme
    Perlawanan Rakyat Mengusir Penjajah A. Perlawanan Terhadap Persekutuan Dagang 1. Sultan Baabullah Mengusir Portugis Raja Ternate ya...
  • (tanpa judul)
    Interaksi Antar Negara ASEAN Pengertian dan latar belakang kerjasama Tahun 2018 lalu Indonesia sukses menjadi tuan rumah penyelenggar...

Categories

  • IPS
  • Kelas 8
  • Pluralitas
  • Quiz

Blog Archive

  • Februari (1)
  • Mei (1)
  • Maret (1)
  • Oktober (1)
  • Februari (2)
  • Januari (1)
  • Maret (4)
Nurkhasanah, S.Pd. Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Copyright © Mari Belajar IPS | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates