Mari Belajar IPS

  • Home
  • Kelas
    • VII
    • VIII
    • IX
  • Video Pembelajaran
    • Geografi
    • Ekonomi
    • Sejarah

Senin, 20 Maret 2017

UANG DAN PERANANNYA DALAM KEHIDUPAN

 Maret 20, 2017     No comments   


Dalam suatu perekonomian yang semakin maju dan modern, uang memainkan peranan yang sangat penting dalam semua kegiatan masyarakat. Uang sudah merupakan suatu kebutuhan, bahkan uang menjadi salah satu penentu stabilitas dan kemajuan perekonomian di suatu negara. Apabila ditelusuri tentang sejarah uang, secara terinci berawal dari kegiatan tukar menukar barang yang terjadi pada masa purba, kemudian tukar menukar dengan perantara uang barang dan akhirnya uang digunakan sebagai alat tukar menukar seperti sekarang ini. Untuk memenuhi kebutuhan uang, pemerintah menciptakan uang melalui bank sentral. Terkait dengan masalah uang, maka peran lembaga keuangan (terutama bank) sangatlah besar.

Pembahasan pokok-pokok materi yang akan kita pelajari berikut ini akan membuat kalian mampu memahami tentang uang secara lengkap


A. Sejarah Uang
1. Sistem Barter


Pada awalnya manusia berusaha memenuhi kehidupannya sendiri, bila ia lapar ia akan pergi ke hutan untuk berburu binatang atau mencari buah-buahan, ia berusaha membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana yang ada di sekitarnya seperti dari daun atau kulit pohon. Singkatnya apa yang ada di alam dan yang mampu diperolehnya itulah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.

Dalam perkembangan selanjutnya, semakin lama kebutuhan hidup manusia semakin banyak dan ia tidak mampu memperoleh/menghasilkannya sendiri, oleh karenanya ia harus mencari orang lain yang mau ia ajak untuk menukarkan barang yang ia miliki dengan barang yang ia inginkan/butuhkan. Akibatnya muncullah sistem "Barter" yaitu barang ditukar dengan barang. Pertukaran barang dengan barang dapat terjadi jika syarat-syarat dapat dipenuhi, antara lain :
a. Orang yang melakukan pertukaran harus memiliki barang yang akan ditukarkan;
b. Pertukaran terjadi pada waktu yang sama;
c. Barang yang dipertukarkan harus mempunyai nilai yang sama
Seiring dengan perkembangan peradaban manusia maka pertukaran dengan cara barter menjadi sulit dikarenakan:
a.   Sulit menemukan orang yang mau diajak bertukar barang
Untuk memperoleh barang yang dibutuhkan, kita harus menemukan orang yang mau menukarkan barang tersebut dengan barang yang dibutuhkan. Padahal, cukup sulit menemukan kehendak ganda yang selaras (double coincidence of wants). Misalnya Pak Mukhlis memiliki hasil panen berupa wortel yang akan ditukarkan dengan beras dan garam. Pada sisi lain, Pak Asep memiliki beras dan garam, tetapi ia lebih membutuhkan minyak goreng. Keinginan kedua orang tersebut berbeda sehingga barter tidak dapat dilakukan.
b. Sulit mengukur nilai barang yang akan dipertukarkan
Barang yang ditukarkan tidak dapat dipecah-pecah menjadi satuan yang lebih kecil untuk membagi nilainya. Misalnya seekor kambing hendak dipertukarkan dengan sekarung beras. Apakah sama nilai seekor kambing dengan sekarung beras? Bagaimana cara mengukurnya?,seandainya nilai seekor kambing lebih tinggi dari sekarung beras apakah kambingnya dipotong terlebih dahulu,jelaslah tidak mungkin karena nilai akan berkurang

2. Sistem  Uang Barang
Beberapa kesulitan yang timbul dalam pelaksanaan barter tersebut menyebabkan manusia mulai mencari barang-barang tertentu dan menetapkan fungsinya sebagai uang. Barang itu pun akhirnya digunakan sebagai alat tukar yang disebut uang barang. Benda-benda yang pernah dijadikan uang barang adalah kulit kerang, mutiara, bulu unggas, gading, garam, tembakau, dan tembaga.Dibandingan dengan sistem barter,pertukaran dengan uang barang lebih praktis,akan tetapi sistem ini ternyata belum memuaskan karena :
a. Sulit disimpan dan dibawa;
b. Tidak tahan lama;
c. Tidak dapat dibagi kedalam bagian yang lebih kecil;
d.   Nilainya tidak tetap.

3. Sistem  Uang Logam
Dari sekian banyak benda yang digunakan sebagai uang barang,logam-logam mulia seperti emas, perak, tembaga, dan aluminium merupakan benda yang paling memenuhi syarat sebagai uang barang. Kemudian selama beberapa abad, manusia menggunakan logam mulia sebagai uang. Uang yang terbuat dari logam mulia, seperti emas dan perak disebut full bodied money, artinya nilai uang yang tertera dipermukaan sama dengan nilai yang terkandung di dalamnya.Pada awalnya potongan-potongan logam yang akan dijadikan uang  ditimbang  dan  ditentukan  kadarnya.  Karena  hal  ini merepotkan, para penguasa memerintahkan perajin logam untuk menempa logam menjadi ukuran yang lebih kecil kemudian diberi gambar  dan  cap  resmi  kerajaan  untuk  menjamin  nilainya. Penggunaan emas dan perak sebagai bahan uang dalam bentuk koin diciptakan oleh Croesus di Yunani sekitar 560–546 SM. Pada saat ini kamu dapat menjumpai mata uang beberapa negara seperti India, nama mata uangnya rupee yang artinya perak, dan Belanda,nama mata uangnya gulden yang artinya emas.
Sistem uang logam ini sudah lebih baik dibandingkan uang barang,hanya sistem ini masih mempunyai beberapa kelemahan, yaitu:
a. cadangan emas dan perak di berbagai daerah tidak sama;
b.   sulit dipindahkan atau disimpan, terutama dalam jumlah yang besar;serta
c.   emas  dan  perak  juga  mempunyai  fungsi  lain  sehingga  ada pembatasan penggunaanya.


4. Sistem Uang Kertas
Salah satu kelemahan uang logam adalah risiko keamanan dan ketidakpraktisan ketika dibawa atau disimpan dalam jumlah besar.Untuk mengatasinya, uang logam tersebut dititipkan pada perajin emas atau perak dan sebagai bukti kepemilikan, perajin emas mengeluarkan surat yang dapat digunakan oleh pemiliknya sebagai alat pembayaran dan pertukaran. Dari sini, mulailah tahap penggunaan uang kertas yang merupakan bukti kepemilikan emas dan perak.Pada  perkembangan  selanjutnya,  bukan  perajin  besi  yang mengeluarkan uang kertas, melainkan pemerintah kerajaan atau negara.Uang kertas yang diterbitkan pun tidak lagi dijamin dengan sejumlah logam mulia, tetapi masyarakat mau menerimanya karena pemerintah menetapkan uang tersebut sebagai alat tukar resmi di wilayahnya. Masyarakat percaya bahwa uang tersebut dapat digunakan sesuai fungsinya. Inilah sebabnya uang kertas juga disebut uang kepercayaan( uang fiduciary).
Berikut adalah tabel tahapan terjadinya uang yang akan mempermudah kita dalam memahami materi sejarah uang.
Selain tabel diatas,kita juga dapat melihat sejarah tentang uang lewat tayangan video berikut ini :
B. Pengertian Uang
Setelah kita mengetahui tentang sejarah uang,maka selanjutnya kita perlu tahu apa sih sebetulnya uang itu. Berikut pengertian uang yang dikutip dari beberapa ahli :
  • Menurut Albert Gailort Hart: Dalam bukunya yang berjudul Money Debt and Economic Activity, ia mendefinisikan uang sebagai suatu kekayaan yang dimiliki untuk dapat melunasi utang dalam jumlah tertentu dan pada waktu yang tertentu pula.
  • Menurut A.C.Pigou: Dalam bukunya yang berjudul The Veil of Money, ia mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat tukar.
  • Menurut H. Robertson: Dalam bukunya yang berjudul Money, ia mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang dan jasa.
  • Menurut R. S. Sayers: Dalam bukunya Modern Banking, ia menyebutkan uang sebagai segala sesuatu yang umum diterima bagi pembayaran utang
  • Menurut Rollin G. Thomas: Dalam bukunya yang berjudul Our Modern Banking and Monetary Sistem, ia menyebutkan bahwa uang adalah segala sesuatu yang tersedia dan umumnya diterima umum sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang dan jasa, serta untuk pelunasan utang.
  • Menurut Walker: Ia mendefinisikan uang dengan mengatakan: “Money is what money does”. Artinya, uang adalah semua hal yang dapat dilakukan oleh uang itu. Dengan kata lain, uang adalah uang karena fungsinya sebagai uang dan bukan karena fungsi- fungsi yang lain.
  • Menurut hukum, uang adalah benda yang merupakan alat pembayaran yang sah. Secara fungsional uang adalah suatu benda yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Bila dilihat dari nilainya, uang adalah satuan hitung untuk menyatakan nilai.
  • Menurut Ensiklopedi Indonesia, uang adalah segala sesuatu yang biasanya digunakan dan diterima secara umum sebagai alat penukar atau standar pengukur nilai, yaitu standar daya beli, standar uang, dan garansi menanggung utang. 
Dari definisi diatas, dapat kita simpulkan bahwa uang adalah segala sesuatu yang dapat diterima secara umum sebagai alat tukar, alat pembayaran utang, alat mengukur nilai, dan alat untuk menimbun kekayaan. Dengan kata lain, uang merupakan alat yang dapat digunakan untuk melakukan pertukaran, baik barang maupun jasa dalam wilayah tertentu.
C.   Syarat-Syarat Uang
Agar uang dapat diterima dan disepakati oleh masyarakat sebagai alat perantara dalam kegiatan ekonomi maka paling tidak uang harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Nilainya Stabil: Nilai uang harus stabil, tidak boleh mengalami perubahan yang terlalu drastis. Perubahan nilai yang terlalu drastis misalnya, pada bulan April 2016 uang Rp9.000,00 dapat digunakan untuk membeli beras sebanyak 1 kg, tetapi pada bulan Juli 2016 hanya bisa digunakan untuk membeli setengah kilo. Ketika harga barang-barang naik secara drastis, nilai uang akan turun dan masyarakat akan lebih suka menimbun barang daripada memegang uang kontan. Dalam hal ini, pemerintahlah yang berkewajiban menjaga kestabilan nilai uang
  2. Tahan Lama  ; Setiap hari uang berputar dari satu tangan ke tangan lain. Misalnya dari tangan pembeli sayur ke tukang sayur kemudian dari tukang sayur ke petani, dari petani ke penjual pupuk, dan seterusnya. Semakin sering berpindah tangan, uang bisa rusak, sobek, atau terkena air. Secara fisik, uang harus tahan lama dan tidak mudah sobek atau rusak.
  3. Mudah dibawa dan Disimpan; Uang harus mudah disimpan dan tidak membutuhkan tempat yang luas.
  4. Jumlahnya Tidak Berlebihan/terbatas ;  Agar nilai uang stabil, jumlah uang yang beredar tidak boleh berlebihan. Jika jumlah uang tidak terkendali, harga-harga akan naik. Sebaliknya, jika jumlah uang tidak cukup, perkembangan perekonomian akan terhambat.
  5. Terdiri atas Berbagai Nilai/dapat dibagi kedalam bagian yang lebih kecil; Uang dibutuhkan untuk memperlancar transaksi, baik kecil maupun besar. Oleh karena itu,   uang terdiri atas berbagai satuan, misalnya Rp100,00,Rp200,00,Rp5.000,00, dan Rp50.000,00. Orang dapat menukarkan Rp50.000,00 menjadi Rp5.000,00-an sebanyak sepuluh dan sebaliknya sehingga transaksi menjadi lebih mudah
D. Fungsi Uang
Uang memiliki berbagai fungsi yang dikelompokkan menjadi fungsi asli dan turunan.
1.  Fungsi Asli
Fungsi asli atau fungsi utama uang sebagai berikut.
a. Alat Tukar
Pada perekonomian modern, masyarakat tidak harus menyediakan sendiri semua kebutuhannya. Ada kelompok masyarakat yang memang memproduksi barang dan jasa, yaitu produsen. Ada kelompok yang menggunakan barang dan jasa tersebut (konsumen) dan ada pula masyarakat yang tugasnya menyampaikan barang dari produsen ke konsumen, yang disebut distributor. Pertukaran barang dan jasa tanpa menggunakan uang akan sulit dilakukan. Sebagai alat tukar, uang mempermudah interaksi antara konsumen yang membutuhkan barang dengan distributor dan produsen yang menghasilkan barang
b.   Alat Satuan Hitung
Uang dijadikan sebagai alat untuk menghitung dan menunjukkan nilai dari barang dan jasa. Misalnya, kamu membeli satu potong kemeja Rp30.000,00 dan dua pasang sandal jepit masing-masing Rp10.000,00. Dapat dikatakan bahwa jumlah pembelianmu adalah Rp50.000,00. Dengan kata lain, harga sepotong kemeja adalah tiga kali harga sepasang sandal jepit.
2. Fungsi Turunan
Fungsi turunan atau fungsi sekunder uang sebagai berikut:
a. Uang sebagai alat pembayaran
Uang sebagai alat pembayaran digunakan untuk membayar berbagai bentuk tranksaksi seperti pembayaran rekening listrik dan telepon, pembayaran gaji karyawan. Coba kalian lihat, saat ibu atau ayah kalian membayar rekening telepon, atau listrik. Ibu atau ayah kalian membayarnya dengan uang, tetapi mereka tidak memperoleh imbalan berupa barang, melainkan berupa imbalan jasa pelayanan dari kantor Telkom atau PLN. Inilah yang dimaksud uang sebagai alat pembayaran. Contoh lain fungsi uang sebagai alat pembayaran yaitu saat membayar pajak dan denda, membayar jasa dokter, membayar jasa pengacara, membayar rekening air, dan lain-lain
b.  Uang sebagai alat penabungan
Setiap berangkat ke sekolah, kalian diberi uang saku oleh ibu atau ayah bukan? Lalu, uang saku tersebut kalian gunakan untuk apa? Tentu ada yang kalian gunakan untuk membeli jajan, membeli es dan makanan, atau ada juga yang ditabung,dan uang yang ditabung tersebut merupakan alat penimbun kekayaan.
c.   Uang sebagai Alat Pemindah Kekayaan
Pak Toni seorang petani yang mempunyai sawah yang luas di desanya. Namun, karena hasil panen padinya selalu menemui kegagalan, ia menjual sawahnya dan bermaksud membuka usaha dagang di kota.Ia membutuhkan tempat untuk berdagang. Uang hasil penjualan sawahnya dibelikan sebuah toko dengan perlengkapannya dan barang-barang dagangan.Dengan demikian, Pak Toni telah memindahkan kekayaannya berupa sawah di desa untuk dibelikan toko dan perlengkapannya serta barang-barang dagangannya di kota. Harta kekayaan Pak Toni bukan lagi sawah di desa, namun berupa toko dengan segala perlengkapan barang dagangannya di kota
d.   Uang sebagai Standar atau Ukuran Pembayaran Masa Depan
Uang dapat digunakan sebagai satuan pembayaran utang dan piutang di masa depan. Maksudnya, untuk  jual beli secara kredit, penjual menyerahkan barang pada saat sekarang dan dibayar di kemudian hari dengan sejumlah uang yang disepakati. Dengan demikian pembayaran utang dan piutang dapat dilakukan secara cepat dan tepat, baik dilakukan secara kontan maupun kredit. Contoh, membeli sepeda motor secara kredit pada sebuah dealer atau melalui usaha pembiayaan seperti FIF, ADIRA, BAF dan sebagainya
e.   Uang sebagai alat penunjuk harga
Setiap barang dan jasa memiliki harga atau nilai yang berbeda-beda. Uang menunjukkan nilai atau harga barang. Misalnya, harga 1 buah buku seharga Rp. 2.500,00 dan harga 1 buah pulpen Rp. 3.000,00. Sekilas, fungsi uang sebagai alat satuan hitung dan sebagai penunjuk harga terlihat sama. Akan tetapi, uang sebagai penunjuk harga tidak digunakan untuk membandingkan harga satu barang dengan barang lain.

E. Jenis-Jenis Uang
     1.    Uang Kartal
      Uang kartal adalah alat pembayaran sah yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara melalui bank sentral yang berupa uang logam dan uang kertas. Uang kartal di Indonesia dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan dicetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri). Uang kartal terdiri atas uang logam dan uang kertas.
        

     2. Uang Giral
Uang giral adalah alat pembayaran berupa bilyet giro, cek, dan pemindahan telegrafis yang dikeluarkan oleh bank kepada seseorang atau badan karena mempunyai simpanan rekening di bank yang bersangkutan. Uang giral diterbitkan oleh bank umum atau bank komersial. Contoh Uang Giral antara lain :
1)   Bilyet Giro
Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah bank kepada suatu bank agar bank tersebut memindah bukukan sejumlah uang dari rekening nasabah ke rekening nasabah lain yng ditunjuk. Pada pembayaran melalui bilyet giro tidak terjadi pengeluaran atau serah terima uang tunai, yang terjadi hanya pemindahan rekening dari rekening seseorang kepada rekening orang lain. Sehingga pembayaran melalui bilyet giro lebih aman jika dibandingkan dengan pembayaran melalui uang tunai atau cek.
2) Cek
Cek merupakan surat perintah dari nasabah bank kepada suatu bank agar bank tersebut membayarkan sejumlah uang kepada seseorang yang ditunjuk/namanya tertera di cek tersebut. Pada pembayaran dengan cek terjadi pembayaran uang tunai dari pihak bank kepada seseorang yang membawa cek.
3) Telegrafic Transfer
Telegrafic transfer adalah perintah pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antarrekening dalam suatu bank yang sama melalui telegram. Pembayaran melalui telegrafic transfer dilakukan apabila jarak antara pembayar dengan yang dibayar berjauhan dan ingin cepat, aman, serta menghemat waktu.
4) Kartu kredit
Kartu Kredit adalah kartu yang diterbitkan oleh bank yang dapat digunakan oleh pemegangnya untuk berbelanja tanpa membayar secara kontan. Biaya yang dikeluarkan ketika berbelanja akan dipotong secara otomatis pada rekening tabungan si pemegang kartu.
5) Wesel pos
Wesel pos adalah uang giral yang berbentuk surat pos yang bisa digunakan untuk mengirim uang.

Kelebihan Uang Giral

  1. memudahkan dalam melakukan pembayaran karena tidak perlu membawa uang kontan;
  2. bisa diterima dalam jumlah yang tidak terbatas;
  3. lebih aman dan praktis;
  4. bisa dipindahtangankan tanpa mengeluarkan biaya yang besar.
Kekurangan Uang Giral

  1. tidak efektif untuk transaksi dalam jumlah kecil;
  2. tidak bisa diterima oleh setiap orang

F. Jenis Uang
G. Nilai Uang

  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
Posting Lebih Baru Beranda

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
nurkhasanah
Lihat profil lengkapku

Popular Posts

  • Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan
    Terjadinya kolonialisme dan imperialisme di Indonesia menyebabkan perubahan masyarakat Indonesia baik aspek geografis ekonomi sosial bud...
  • Perlawanan terhadap Kolonialisme dan Imperialisme
    Perlawanan Rakyat Mengusir Penjajah A. Perlawanan Terhadap Persekutuan Dagang 1. Sultan Baabullah Mengusir Portugis Raja Ternate ya...
  • (tanpa judul)
    Interaksi Antar Negara ASEAN Pengertian dan latar belakang kerjasama Tahun 2018 lalu Indonesia sukses menjadi tuan rumah penyelenggar...

Categories

  • IPS
  • Kelas 8
  • Pluralitas
  • Quiz

Blog Archive

  • Februari (1)
  • Mei (1)
  • Maret (1)
  • Oktober (1)
  • Februari (2)
  • Januari (1)
  • Maret (4)
Nurkhasanah, S.Pd. Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Copyright © Mari Belajar IPS | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates