Mari Belajar IPS

  • Home
  • Kelas
    • VII
    • VIII
    • IX
  • Video Pembelajaran
    • Geografi
    • Ekonomi
    • Sejarah

Kamis, 07 Mei 2020

Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan

 Mei 07, 2020     Kelas 8     No comments   



Terjadinya kolonialisme dan imperialisme di Indonesia menyebabkan perubahan masyarakat Indonesia baik aspek geografis ekonomi sosial budaya pendidikan maupun politik. Perubahan apa saja yang terjadi pada masyarakat Indonesia pada masa kolonial?  Berikut akan diberikan uraiannya.
A.  Perubahan pada masa kolonial Barat
1.   Perluasan penggunaan lahan
Pada zaman sekarang ini kita melihat banyaknya perkebunan yang ada di Indonesia. Perkebunan di Indonesia telah berkembang sebelum masa penjajahan. Bangsa Indonesia telah memiliki teknologi turun-temurun untuk mengembangkan berbagai teknologi pertanian. Pada masa penjajahan terjadi perubahan besar dalam perkembangan perkebunan di Indonesia. Penambahan jumlah lahan untuk tanaman ekspor dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya pemerintah kolonial yang mengembangkan lahan perkebunan di Indonesia tetapi terdapat juga perusahaan-perusahaan swasta. Pada masa pemerintah kolonial Hindia-Belanda banyak perusahaan asing yang menanamkan investasi di Indonesia. Hutan dibuka untuk lahan perkebunan. Kita dapat melihat banyaknya perkebunan di Indonesia seperti halnya di Kabupaten Batang yaitu perkebunan teh yang ada di Pagilaran.  
2.   Persebaran Penduduk dan Urbanisasi
Politik etis atau Trias Van Deventer terdiri dari irigasi ,transmigrasi dan edukasi. Sejarah transmigrasi Indonesia terjadi pada akhir abad IXX. Tujuan utama transmigrasi pada masa tersebut adalah untuk menyebarkan tenaga kerja murah di berbagai perkebunan di Sumatera dan Kalimantan. Pada masa sekarang penduduk yang ada di Sumatera banyak terdapat keturunan dari Jawa.Pembukaan perkebunan pada masa kolonial barat di Indonesia telah berhasil mendorong persebaran penduduk Indonesia. Munculnya berbagai pusat industri dan perkembangan berbagai fasilitas di kota menjadi daya dorong perkembangan kota-kota. Urbanisasi terjadi daerah di Indonesia daerah yang awalnya hutan belantara menjadi ramai dan gemerlap karena ditemukannya area pertambangan. Persebaran penduduk di Indonesia tidak sebatas dalam lingkungan nasional tetapi juga lintas negara. Di masa sekarang ini kita dapat melihat banyaknya keturunan orang Jawa yang ada di Suriname Mengapa penduduk Jawa bisa sampai ke Suriname? Hal ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah Belanda untuk mengirim banyak tenaga kerja ke Suriname yang juga merupakan wilayah jajahan Belanda.
3.   Pengenalan tanaman baru titik pengaruh pemerintah kolonial Belanda di satu sisi memiliki pengaruh positif dalam mengenalkan berbagai tanaman dan teknologi dalam pertanian dan perkebunan, Beberapa tanaman andalan ekspor dikenalkan dan dikembangkan di Indonesia. Pengenalan tanaman baru sangat bermanfaat dalam pengembangan pertanian dan perkebunan di Indonesia. 
4.   Penemuan barang tambang
Pembukaan lahan pada masa kolonial barat juga dilakukan untuk pertambangan minyak bumi batu bara dan Logam. pembukaan lahan untuk pertambangan terjadi pada akhir abad IXX dan awal XX.
5.   Transportasi dan komunikasi
Pada zaman Belanda banyak dibangun Jalan Raya rel kereta api dan jaringan telepon. pembangunan berbagai sarana transportasi dan komunikasi mendorong mobilitas barang dan jasa sangat cepat. pada transportasi laut juga dibangun berbagai dermaga di Indonesia.
6.   Perkembangan Kegiatan Ekonomi
Perubahan masyarakat Indonesia dalam kegiatan ekonomi terjadi baik dalam produksi konsumsi maupun distribusi. Kegiatan produksi dalam pertanian dan perkebunan semakin maju dengan ditemukannya berbagai teknologi pertanian yang bervariasi. Rakyat mulai mengenal tanaman yang tidak hanya untuk dipanen semusim. Pembukaan berbagai perusahaan telah melahirkan berbagai jenis pekerjaan dalam bidang yang berbeda titik sebagai contoh munculnya kuli-kuli perkebunan, mandor dan administrasi di berbagai lembaga pemerintah maupun swasta. Kegiatan ekspor impor juga mengalami kenaikan signifikan pada masa penjajahan barat. Hal ini tidak lepas dari usaha pemerintah kolonial menggenjot jumlah produksi ekspor.
7.   Mengenal uang
Pada masa sebelum kedatangan bangsa barat,  masyarakat biasanya bekerja secara gotong royong contohnya dalam mengerjakan sawah setiap penduduk akan mengerjakan secara bersama-sama dan salah satu dari salah satu ke sawah lainnya. Pada masa kekuasaan Kolonial barat uang mulai dikenalkan sebagai alat pembayaran jasa dan tenaga kerja. keberadaan uang sebagai barang baru dalam kehidupan masyarakat menjadi daya tarik tersendiri. Masyarakat mulai menyenangi uang karena dianggap lebih mudah digunakan .
8.   Perubahan dalam pendidikan
Terdapat dua pendidikan yang dikembangkan pada masa kolonial Barat yaitu pendidikan yang dikembangkan oleh pemerintah dan yang dikembangkan oleh masyarakat. Pusat-pusat kekuasaan Belanda di Indonesia di berbagai kota di Indonesia menjadi pusat pertumbuhan berbagai sekolah di Indonesia. pada masa penjajahan Belanda juga telah berkembang perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung atau ITB dan Institut Pertanian Bogor atau IPB. Pada masa pemerintah kolonial barat terjadi diskriminasi pendidikan di Indonesia. Sekolah dibedakan menjadi 2 golongan yaitu sekolah untuk bangsa Eropa dan sekolah untuk penduduk pribumi. Hal ini mendorong lahirnya berbagai gerakan pendidikan di Indonesia titik taman siswa yang berada di Jogjakarta merupakan salah satu pelopor gerakan pendidikan modern di Indonesia. sekolah-sekolah yang dipelopori oleh berbagai pergerakan nasional tumbuh pesat pada awal abad XX. Pengaruh pendidikan modern berdampak pada perluasan lapangan kerja masyarakat Indonesia. munculnya elite intelektual memunculkan berbagai jenis pekerjaan baru seperti guru administrasi pegawai pemerintah dan sebagainya.
9.   Perubahan dalam aspek politik
Kejayaan kerajaan-kerajaan pada masa kedatangan bangsa barat satu persatu mengalami kemerosotan bahkan keruntuhan. Pada masa kerajaan rakyat diperintah oleh raja yang merupakan bangsa Indonesia. Pada pemerintah kolonial barat rakyat diperintah oleh bangsa asing. kekuasaan Bangsa Indonesia untuk mengatur bangsanya semakin hilang digantikan dengan kekuasaan bangsa barat. Perubahan inilah yang paling penting untuk diperjuangkan titik tanpa kemerdekaan bangsa Indonesia sulit mengatur di perubahan dalam sistem politik juga terjadi dengan dikenalnya sistem pemerintahan baru titik pada masa kerajaan dikenal raja dan bupati sementara pada masa pemerintah kolonial Belanda dikenal Gubernur Jenderal, Residen Bupati dan seterusnya. Para penguasa kerajaan menjadi kehilangan kekuasaannya digantikan dengan kekuasaan pemerintah kolonial barat. Terbentuknya pemerintah Hindia Belanda di satu sisi menguntungkan bangsa Indonesia pemerintah Hindia Belanda yang terpusat menyebabkan hubungan yang erat antara rakyat Indonesia dari berbagai daerah titik munculnya perasaan senasib dan sepenanggungan dalam bingkai hindia-belanda. munculnya berbagai organisasi pergerakan nasional tidak lepas dari ikatan politik Hindia Belanda titik sebelum masa penjajahan hindia-belanda masyarakat Indonesia terkotak-kotak dalam sistem politik kerajaan. Terdapat puluhan kerajaan di berbagai daerah di Indonesia. Pada masa Hindia-belanda berbagai daerah tersebut disatukan dalam satu identitas yaitu Hindia Belanda.
10.    Perubahan dalam aspek budaya
Hal ini dapat kita lihat dengan adanya berbagai bangunan bercorak Hindia Belanda. Pada penjajahan Belanda berpengaruh terhadap teknologi dan seni bangunan di Indonesia. Teknologi bangunan modern dikenalkan bangsa barat di berbagai wilayah Indonesia perubahan kesenian juga terjadi terutama di daerah perkotaan yang mulai mengenal tarian barat kebiasaan dansa dan minuman-minuman keras yang dikenalkan para pejabat Belanda berpengaruh pada perilaku sebagian masyarakat Indonesia. Kita juga dapat melihat penggunaan bahasa Belanda yang berpengaruh dalam kosakata bahasa Indonesia. Selain itu dalam aspek budaya terjadi perubahan kehidupan beragama yang dianut masyarakat Indonesia. Pengaruh kolonial yang lain adalah pengaruh penyebaran agama Kristen di wilayah Indonesia. Penyebaran agama Kristen menjadi lebih intensif seiring dengan datangnya bangsa barat pada abad ke-XVI. Kedatangan bangsa barat itu semakin memantapkan dan mempercepat penyebaran agama Kristen di Indonesia. Orang-orang Portugis menyebarkan agama Kristen Katolik, Orang-orang Belanda membawa agama Kristen Protestan. Siapakah yang menyebarkan Agama Katolik di Indonesia? mereka adalah para Pastor seperti Fransiskus Xaverius dari ordo Serikat Yesus. Ia aktif mengunjungi desa-desa di sepanjang pantai Le timur kepulauan lease Pulau Ternate Halmahera Utara dan kepulauan Morotai. Usaha penyebaran agama Katolik ini kemudian dilanjutkan oleh pastor pastor lainnya. Selanjutnya di Nusa Tenggara Timur seperti Flores solor Timur agama Katolik berkembang dengan baik sampai sekarang ini. Sedangkan agama Kristen Protestan berkembang di kepulauan Maluku terutama Setelah VOC menguasai Ambon.  Agama Katolik dan Protestan berkembang dengan baik di Indonesia bagian timur.  Pengaruh dalam bidang budaya lainnya adalah pakaian, makanan dan berbagai jenis pekerjaan baru. Pakaian gaya eropa tidak hanya berpengaruh dalam lingkungan keraton tetapi juga masyarakat luas. penggunaan contoh kata Belanda yang banyak dipergunakan di Indonesia seperti knalpot kabinet kanker dan lain sebagainya. 
B.  Perubahan masyarakat pada masa penjajahan Jepang
1.   Perubahan dalam aspek geografi
Adanya eksploitasi kekayaan alam menjadi ciri penting pada masa pendudukan Jepang. Misi untuk memenangkan perang dunia kedua mendorong Jepang menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis nya menghadapi tentara sekutu titik Jepang banyak membutuhkan dukungan dalam menghadapi Perang Dunia II. Lahan perkebunan yang ada pada masa hindia-belanda merupakan lahan yang menghasilkan untuk jangka waktu yang lama. Jepang menggerakkan tanaman rakyat yang mendukung Jepang dalam perang dunia II. Tanaman jarak dikembangkan sebagai bahan produksi minyak yang dibutuhkan sebagai mesin perang titik kesengsaraan pada masa pendudukan Jepang menyebabkan besarnya angka kematian. Pada masa pendudukan Jepang, migrasi terjadi terutama mendukung perang jepang menghadapi sekutu. Banyak rakyat Indonesia yang ikut dalam romusha ataupun membantu pasukan Jepang di berbagai negara Asia Tenggara untuk membantu perang jepang. sebagian dari mereka tidak kembali atau tidak diketahui nasibnya. menurut Catatan sejarah jumlah tenaga kerja yang dikirim ke luar Jawa bahkan ke luar negeri seperti Burma Malaya Vietnam dan Thailand mencapai 300000 orang. Ratusan ribu orang tersebut banyak yang tidak diketahui nasibnya setelah perang dunia kedua usai.
2.   Perubahan Ekonomi
Sistem ekonomi perang jepang membawa kemunduran dalam bidang perekonomian Indonesia titik putusnya hubungan dalam perdagangan dunia mempersempit kegiatan perekonomian di Indonesia. Perkebunan tanaman ekspor diganti menjadi lahan pertanian untuk kebutuhan sehari-hari. Pembatasan ekspor menyebabkan sulitnya memperoleh bahan pakaian maka rakyat Indonesia pun mengusahakannya sendiri. Pakaian yang terbuat dari benang goni menjadi trend pada masa pendudukan Jepang. Kewajiban setor padi dan tingginya pajak pada masa pendudukan Jepang menyebabkan terjadinya kemiskinan luar biasa. Angka kematian sangat tinggi contohnya di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah angka kematian mencapai 50%. Kemiskinan yang luar biasa berdampak pada penyakit-penyakit sosial lainnya seperti gelandangan, pengemis, dan kriminalitas.
3.   Perubahan dalam aspek pendidikan
 Kegiatan  pendidikan menurun pada masa pendudukan Jepang. Budaya Jepang dikenalkan di berbagai sekolah di Indonesia. Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa pengantar di berbagai sekolah di Indonesia, adapun bahasa Jepang menjadi bahasa utama di sekolah-sekolah. Tradisi budaya Jepang dikenalkan di sekolah mulai dari tingkat rendah. Para siswa harus digembleng agar bersemangat Jepang atau Nippon Seishin. Para pelajar juga harus menyanyikan lagu Kimigayo atau lagu kebangsaan Jepang dan menghormati bendera Hinomaru serta melakukan gerak badan dan Seikerei.
4.   Perubahan dalam aspek politik
Propaganda Jepang berhasil mempengaruhi masyarakat Indonesia titik dengan alasan untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda Jepang mulai simpati rakyat dengan kebijakan yang kaku dan keras secara politis organisasi pergerakan yang pernah ada sulit mengembangkan aktivitasnya. Bahkan Jepang melarang membubarkan semua organisasi pergerakan politik yang pernah ada di masa kolonial Belanda, hanya MIAI yang kemudian diperbolehkan hidup karena organisasi ini dikenal sebagai anti budaya barat atau Belanda . Kempetai selalu memata-matai gerak-gerik organisasi pergerakan nasional. akibatnya muncul gerakan gerakan bawah tanah.  Jepang berusaha mendapatkan simpati dan dukungan rakyat dan tokoh-tokoh Indonesia atas kekuasaannya di Indonesia. akibatnya Hal ini menimbulkan beragam tanggapan dari para tokoh pergerakan nasional. kelompok pertama adalah kelompok yang masih mau bekerjasama dengan Jepang tetapi dengan menggelorakan pergerakan nasional. Para tokoh ini adalah mereka yang muncul dalam berbagai organisasi bentukan Jepang. Adapun kelompok kedua adalah mereka yang tidak mau bekerjasama dengan pemerintah Jepang dan melakukan gerakan bawah tanah. pada masa akhir pendudukan Jepang terjadi revolusi politik di Indonesia yakni kemerdekaan Indonesia. Peristiwa proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 menjadi momen penting perjalanan sejarah Indonesia selanjutnya. Kemerdekaan telah membawa perubahan masyarakat dalam berbagai bidang.
5.   Perubahan dalam aspek budaya
 Jepang berusaha menjepangkan Indonesia ajaran Shintoisme diajarkan pada masyarakat Indonesia. Kebiasaan menghormat matahari dan menyanyikan lagu Kimigayo merupakan salah satu pengaruh pada masa pendudukan Jepang. Pengaruh ini menimbulkan perlawanan diberbagai daerah. salah satu penyebab perlawanan adalah penolakan terhadap kebiasaan menghormati matahari. Perkembangan bahasa Indonesia pada masa pendudukan Jepang mengalami kemajuan. Pada tanggal 20 Oktober 1943 atas desakan dari beberapa tokoh Indonesia didirikanlah komisi penyempurnaan bahasa Indonesia. Tugas komisi ini adalah menentukan istilah istilah modern dan menyusun suatu tata bahasa normatif serta menentukan kata-kata yang umum bagi bahasa Indonesia. 
Untuk Lebih Jelas, Silahkan simak Video berikut ini



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Foto saya
nurkhasanah
Lihat profil lengkapku

Popular Posts

Categories

  • IPS
  • Kelas 8
  • Pluralitas
  • Quiz

Blog Archive

  • Februari (1)
  • Mei (1)
  • Maret (1)
  • Oktober (1)
  • Februari (2)
  • Januari (1)
  • Maret (4)
Nurkhasanah, S.Pd. Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Copyright © Mari Belajar IPS | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates